CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Kamis, 25 Desember 2008

Polisi St. Paul Memakai Robot Pemantau



Polisi menggunakan robot yang dikhususkan untuk menolong di situasi tertentu. Robot ini dipakai di Afganistan dan Irak selama periode pengawasan. Mereka bisa menaiki tangga, mengambil benda, bahkan menembakkan laser. Mainan baru? Sama sekali tidak.

Tim gegana St. Paul menggunakan robot ini khusus untuk tempat-tempat yang tidak aman bagi polisi, ataupun tempat yang tidak bisa dimasuki polisi. Mereka bisa menuntun robot ke seluruh pojok, bahkan mengendalikan kapan dan bagaimana caranya untuk mengambil alat berbahaya seperti ranjau, bom dan lainnya. Dan hebatnya lagi, para petugas tidak perlu berada langsung di robot tersebut. Melainkan mereka dapat mengendalikannya dari jarak sekitar 1 mil. Robot ini ditujukan untuk meminimalisir korban dari pihak tim gegana dalam kerjanya.

Tim gegana dapat melihat sama persisi dengan apa yang dilihat robot sambil memantau lingkungan bahkan dapat melihat benda dengan lebih jelas, dengan menggunakan fasilitas zoom.

Robot ini berharga sekitar $200.000 masingnya.

Amerika sudah lebih maju lagi selangkah. Indonesia kapan?

Untuk entri gambar, maaf tidak ada gambar yang sesuai.

Video dapat dilihat di : http://kstp.com/article/stories/s719590.shtml?cat=1

Rabu, 17 Desember 2008

Madoff, Tukang Tipu Modern


New-York - Selain krisis, pasar finansial dunia kini sedang digegerkan oleh kasus penipuan melalui ‘Skema Ponzi’ ala Bernard Madoff. Jumlah penipuannya pun bikin kita geleng-geleng karena mencapai US$ 50 miliar, atau hampir setara dengan cadangan devisa Indonesia yang kini sebesar US$ 50,180 miliar.

Sementara Korban-korbannya pun bukanlah sekedar investor kelas teri, melainkan investor dari kalangan perbankan besar seperti HSBC. Madoff melakukan penipuan melalui perusahaan investasinya yakni Madoff Investment Securities.

Apa sebenarnya Skema Ponzi?

Skema Ponzi merupakan sebuah istilah untuk praktek kotor dalam bisnis keuangan yang menjanjikan pemberian keuntungan berlipat ganda yang jauh lebih tinggi dari keuntungan bisnis riil bagi investor yang mau menyimpan dana investasinya lebih lama di perusahaan investasi seperti sekuritas, bank, asuransi ataupun investment banking. Para invesor umumnya tidak tahu dan tidak mau tahu darimana perusahaan membayar keuntungan yang dijanjikan.

Nama Ponzi diambil dari seorang penipu bernama Charles Ponzi yang tinggal di Boston, AS. Ponzi terkenal dengan penipuannya karena menawarkan investasi berupa transaksi spekulasi perangko AS terhadap perangko asing di era 1919-1920.

Dalam penelusuran detikFinance, Ponzi mendirikan ‘The Security Exchange Company’ pada 26 Desember 1919, yang menjanjikan investasi dengan balas jasa 40% dalam 90 hari. Padahal kala itu bunga bank pada saat itu hanya 5% per tahun. Tidak sampai satu tahun, diperkirakan sekitar 40,000 orang mempercayakan sekitar US$ 15 juta atau sekarang senilai US$ 140 juta dalam perusahaannya.

Untung yang dijanjikan Ponzi ternyata hasil tambal sulam. Pada pertengahan Agustus 1920, audit oleh pemerintah terhadap usaha Ponzi menemukan bahwa Ponzi sudah bangkrut. Total aset yang dimilikinya sekitar US$ 1,6 juta, jauh di bawah nilai utangnya kepada investor.

Skema penipuan ini juga sering terjadi di Indonesia. Ada sebuah perusahaan menjanjikan keuntungan besar, namun sebenarnya keuntungan itu dibayar dengan dana yang masuk dari anggota baru. Tidak pernah ada investasi riil. Kasus besar yang pernah terjadi adalah penipuan PT Qurnia Subur Alam Raya atau QSAR yang menggelapkan dana nasabah melalui investasi agribisnisnya.

Nah, yang dilakukan oleh investor kawakan Wall Street, Bernard Madoff juga sedemikian. Madoff menggunakan dana dari investor baru untuk membayar bunga investor lama. Nilainya terus bertumpuk-tumpuk hingga mencapai US$ 50 miliar. Penipuan Madoff baru terungkap setelah para investor menarik dananya sehubungan dengan krisis finansial. Disitu baru diketahui bahwa Madoff sudah kehabisan dana.

Korban-korban Madoff pun bersuara. Seperti dikutip dari AFP, berikut daftar korban penipuan Madoff:

Bapepam Spanyol mengungkapkan, lembaga investasi Spanyol yang memiliki eksposure langsung di perusahaan investasi Madoff mencapai US$ 147 juta.

Santander mengakui adanya potensi kerugian hingga US$ 3 miliar dari Madoff Investment Securities.

Aozora Bank memiliki eksposure di investasi Madoff senilai US$ 137 juta

Niponkoa Insurace Co dan Mitsui Sumitomo Insurance dan Daiwa Securities juga sudahmengakui adanya potensi kerugian beberapa ratus juta yen.

Nomura Holdings dengan eksposure 27,5 miliar yen.

Bank swasta Austria, Medici mengakui eksporuse US4 2,1 miliar melalui dua lembaga investasinya.

Fortis dengan eksposure US$ 1,2 miliar

HSBC dengan eksposure US$ 1 miliar.

Kasus penipuan terbesar dalam sejarah pasar finansial AS ini turut mencorang citra Securities and Exchange Commission atau Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) AS. Para investor mempertanyakan bagaimana bisa SEC kebobolan oleh penipuan yang sudah berlangsung hingga bertahun-tahun.

Chairman SEC Christopher Cox akhirnya mengumumkan bahwa mereka akan melakukan investigasi untuk menyelidiki kenapa mereka bisa tidak mengendus kasus penipuan hingga US$ 50 miliar itu.

“SEC telah mempelajari bahwa tuntutan yang spesifik dan kredibel atas kesalahan finansial Madoff sudah dilakukan sejak tahun 1999, dan secara berulang sudah menjadi perhatian staff SEC, namun tidak pernah direkomendasikan kepada komisi untuk diambil sebuah langkah,” ujar Cox dalam pernyataannya.

Namun pada investor mengkritik kemampuan SEC mengawasi pasar. SEC sebelumnya juga dinilai gagal mengawasi pasar sehingga produk-produk spekulatif beredar dengan liar dan berujung pada krisis finansial. Kini mereka mengecam SEC karena penipuan yang sudah berlangsung bertahun-tahun bisa terjadi tanpa terendus sedikitpun.

Padahal sejumlah peringatan sudah diberikan terkait penawaran investasi Madoff ini. Termasuk artikel sebuah artikel di koran ‘Barron’ pada tahun 2001, yang mempertanyakan return hingga 2 digit selama setahun yang ditawarkan Madoff. Sayang peringatan itu tampaknya diabaikan baik para investor kakap itu sendiri dan SEC sebagai pengawas. (Detik)

Sabtu, 29 November 2008

Harga Emas Naik = Kaya?


Emas Bakal Terus Merangkak
Analis perdagangan emas, Irwan Ibrahim memprediksi harga emas dalam bulan-bulan terakhir ini akan terus menanjak harganya karena pasokan yang semakin menipis, sedangkan permintaan terus meningkat. Dalam catatan Valbury, pasokan emas di pasaran dunia berasal dari Timur-Tengah, Afrika dan Indonesia.

Menurutnya, sekadar perbandingan pertengahan Agustus 2007 lalu emas di pasaran dunia masih seharga 660 dolar AS pertroy ounce. Hanya dalam sebulan sudah melejit di atas 730 dolar pertroy ounce. Sementara harga emas di dalam negeri sebelum era krisis 1997 harganya baru Rp 25.000 pergram. Sepuluh tahun kemudian, tahun 2007, lonjakan harganya mencapai 800 persen lebih! Kini harga pergram emas sudah tembus Rp 330.000 di toko-toko emas di Jakarta. Kesimpulannya, sebagai investasi jangka panjang, emas masih sangat menjanjikan.

Harga emas spot diperdagangkan pada 734,37 dolar AS per troy ounce (setara 31,104 gram). Harga emas spot mengakhiri sesi perdagangannya di bursa Nymex minggu lalu dengan mengalami lonjakan sebesar 3,50 dolar (0,5 persen) dan ditutup pada 739,30 dolar per troy ounce. Ini sekaligus merupaakn tingkat harga tertinggi yang pernah dicapai sejak tahun 1980.

Sedangkan harga emas untuk kontrak bulan Desember di electronic trading Nymex Senin kemarin menguat 3,30 dolar (0.5 persen) menjadi 742,20 dolar per ons. Kontrak ini mencapai tingkat harga 747.10 pada perdagangan Nymex hari Jumat lalu.

Kalangan analis menyebutkan, semakin melejit harga minyak mentah dunia, harga emas juga akan ikut melejit. 'Biasanya harga emas justru naik ketika dolar AS melemah terhadap mata uang global. Ini karena emas selalu dijadikan 'pelarian' investasi saat margin keuntungan dolar menipis,' Irwan.

Rabu, 29 Oktober 2008

Microsoft akan luncurkan Windows 7 buat gantiin Vista


28 Oktober 2008, akhirnya Microsoft ngaku kalo penjualan Vista mereka sangat anjlok, setelah Vista menuai banyak kritik dan tidak direspon begitu baik oleh masyarakat dari segi penjualan. Apalagi setelah krisis ekonomi global yang melanda mereka. (Penjualan produk Office mereka bahkan lebih tinggi daripada Vista nya sendiri)
Windows 7 diklaim bakal lebih dinamis dan lebih 'bertanggung jawab' daripada Vista yang terkenal rumit dioperasikan. Microsoft ingin menyaingi Apple, yang pasar nya saat ini lebih disenangi masyarakat. Windows 7 juga memiliki keunggulan seperti task-bar yang lebih flexible, search features yang lebih rinci, jaringan network yang lebih gampang digunakan untuk PC serta LEBIH MURAH. Jadi stop pembajakan Operating System! hehehe
Tanggal peluncurannya memang belum ditentukan, tapi sudah dilakukan ujicoba, yang melibatkan 6000 ahli komputer untuk mencoba Windows 7 versi 'pre-beta'. Dan tanggapan dari berbagai pihak : pengguna komputer, media dan bahkan investor dinilai sangat memuaskan pihak Microsoft.
So? Tinggal tunggu tanggal mainnya ; Vista ditendang, Windows 7 pun datang.
Leny says "Operating System Vista emang terkenal ga praktis, pun terlalu banyak inovasi baru yang ga nyaman dipakai konsumen. Saya sendiri masih memakai Microsoft XP. Bagaimana dengan teman2?

Minggu, 26 Oktober 2008

detik Finance: Barometer Bisnis Anda | Resesi Masih Hantui Pasar

detik Finance: Barometer Bisnis Anda Resesi Masih Hantui Pasar

detik Finance: Barometer Bisnis Anda | Resesi Masih Hantui Pasar

detik Finance: Barometer Bisnis Anda Resesi Masih Hantui Pasar

Minggu, 12 Oktober 2008

Harga Elektronik Melonjak 10% Akibat Rupiah Melemah


Dampak pelemahan rupiah terhadap kurs dolar AS mulai terasa.Harga-harga produk elektronik mulai mengalami kenaikan hingga 10%.

Barang-barang elektronik yang umumnya masih dijual di Indonesia menurut kisaran US$ memang menjadi sektor pasar yang paling terasa kenaikannya di mata masyarakat.

Barang-barang yang mengalami kenaikan terutama terjadi pada produk-produk yang sebelumnya mengalami kenaikan bahan baku seperti kulkas, pompa air, AC dan lain-lain.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Electronic Marketer Club (EMC) Handojo Soetanto saat dihubungi detikFinance, Minggu (12/10/2008).

"Mulai ada kenaikan beberapa produk di tingkat produsen yang marginnya tipis seperti kulkas, AC sampai 5%, akibat perlemahan rupiah beberapa hari ini. Di tingkat ritelnya sudah naik sampai 10%," imbuhnya.

Bahkan untuk produk-produk khusus yang langsung diimpor seperti LCD TV langsung mengalami kenaikan ketika rupiah mulai bergerak diatas Rp 9.500 per dolar AS. Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari Minggu 12 Oktober ditutup melemah pada Rp 10.151 per dolar AS.

Meskipun begitu, menurutnya yang perlu dikhawatirkan oleh produsen adalah bukan kenaikan harga namun pelemahan daya beli konsumen terutama di luar Jawa akibat melorotnya harga-harga komoditas seperti CPO seperti konsumen di wilayah Sumatera dan lainnya.

dikutip dari www.detik.com

Leny says : "Memang di saat ekonomi global anjlok parah seperti ini, disarankan bagi masyarakat untuk tidak dulu membeli barang-barang impor, hingga adanya kestabilan harga. Karena umumnya harga barang impor atau barang baku impor, akan membumbung tinggi."